banner 728x90
Komunitas

HPMS Rayakan HUT ke-67 di Dua Kota Bersejarah

Bacarita Diterbitkan 15:02 WIT 5 menit membaca
Foto: Perayaan HUT HPMS ke-67. (doc: istimewa)
Ukuran Teks:

BACARITAMALUT.COM — Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 di dua kota yang memiliki jejak penting dalam sejarah organisasi, yakni Makassar dan Ternate.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sejarah kelahiran HPMS, memperkuat persaudaraan antargenerasi, sekaligus meneguhkan kembali komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi bagi Indonesia, Maluku Utara, khususnya masyarakat Kepulauan Sula.

HPMS genap berusia 67 tahun pada 20 September 2026. Organisasi ini didirikan pada 20 September 1959 di Kota Ujung Pandang, yang kini dikenal sebagai Makassar.

Lahirnya HPMS berawal dari konsensus para tokoh dan pemuda Sula di Kota Malang pada 1957. Bertempat di Hotel Singosari, mereka menyepakati pentingnya perjuangan bersama untuk menjamin pendidikan generasi penerus, mendorong kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat, serta memperjuangkan pemekaran wilayah dan pembentukan Daerah Tingkat II Kepulauan Sula.

Kesepahaman tersebut kemudian dikenal sebagai “Singosari Agreement”, yang menjadi salah satu tonggak sejarah lahirnya HPMS.

Dua tahun kemudian, tepatnya 20 September 1959 di Kota Ujung Pandang, HPMS resmi berdiri sebagai wadah berhimpun dan perjuangan pelajar serta mahasiswa Sula dengan motto “DAD HIA TED SUA”, yang bermakna “Bersatu Memajukan Sula.”

Perayaan HUT ke-67 HPMS berlangsung dalam dua momentum. HPMS Cabang Makassar menggelar peringatan pada 20 September 2026, sedangkan Pengurus Pusat HPMS bersama Panitia Pelantikan dan Rapat Kerja PP HPMS periode 2026–2031 melaksanakannya di Kota Ternate pada 21 September 2026.

Di Makassar, kota tempat HPMS didirikan, perayaan berlangsung meriah dengan sejumlah atraksi budaya dan suasana kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri sesepuh HPMS, di antaranya Drs. Syamsuddin Hamid dan Hi. Ruslan Soamole, keluarga besar masyarakat Sula di Makassar, serta jajaran Pengurus HPMS Cabang Makassar.

Ketua Umum PP HPMS Drs. H.M. Iqbal Ruray melalui sambutan tertulis yang disampaikan Drs. Syamsuddin Hamid, menyampaikan apresiasi kepada HPMS Cabang Makassar yang telah memprakarsai peringatan tersebut.

“Atas nama Pengurus Pusat HPMS, saya menyampaikan terima kasih atas kontribusi pikiran dan gagasan HPMS Cabang Makassar. Juga terima kasih karena tetap menjaga rumah besar HPMS. Cabang Makassar adalah perisai HPMS. Di kota inilah organisasi ini didirikan dan di kota ini pula sejarah HPMS terukir,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Iqbal juga menegaskan komitmen Pengurus Pusat HPMS periode 2026–2031 untuk membangun kelembagaan yang solid, memperkuat konsolidasi serta kaderisasi dari tingkat pusat hingga komisariat.

“Pengurus Pusat HPMS periode 2026–2031 memiliki tekad membangun HPMS yang kuat secara kelembagaan dan hidup sampai ke akar. Kita ingin PP hadir di tengah Cabang, Cabang hadir bersama Komisariat, Komisariat hadir bersama kader. Dan kader memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi. Untuk itu, tata kelola organisasi perlu diperkuat, tata kelola kaderisasi, jejaring dan kolaborasi juga perlu terus dikembangkan,” ungkap Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara itu.

Sementara itu, Formatur terpilih Pengurus HPMS Cabang Makassar, Fitra Handani Rajib, menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan keluarga besar masyarakat Sula di Makassar atas dukungan terhadap pelaksanaan HUT ke-67 HPMS.

Mahasiswa Program Studi Keperawatan Institut Nani Hasanuddin Makassar itu menegaskan komitmen pengurus cabang menjalankan amanah Musyawarah Cabang serta mendorong kader untuk terus berinovasi, meningkatkan semangat belajar dan mempererat persaudaraan.

“Para pendahulu sudah membangun organisasi ini untuk kita berhimpun dan mengembangkan diri. Tugas kita adalah terus tegak lurus pada visi organisasi HPMS agar mencapai tujuan yang dicita-citakan para pendahulu,” ajak Fitra.

Sehari berselang, peringatan HUT ke-67 berlanjut di Kota Ternate. Pengurus Pusat HPMS bersama Panitia Pelantikan dan Rapat Kerja PP HPMS periode 2026–2031 menggelar peringatan di Sekretariat PP HPMS, Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, pada 21 September 2026.

Berlangsung sederhana, kegiatan tersebut diwarnai suasana kekeluargaan dan menjadi ruang refleksi perjalanan organisasi. Sejumlah sesepuh turut hadir, di antaranya Drs. Hi. B. Masuku, Hi. Muhammad Umasugi dan Hj. Nurlaila Sangadji.

Hadir pula sejumlah Pengurus Pusat, antara lain Dr. Asrul Gailea, MM, Syafruddin Koroy, Drs. Gadri Banapon dan Busnamin Sanaba, serta Panitia Pelantikan dan Rapat Kerja, yakni Yusran Pauwah, ST, M. Ars, Janwar Umasangadji, S. Sos dan jajaran.

Mewakili para sesepuh, Drs. Hi. B. Masuku atau yang akrab disapa Om Din, mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan hubungan antargenerasi.

“Usia organisasi HPMS yang sudah 67 tahun ini hanya akan memiliki makna apabila setiap generasi mampu meneruskan nilai baik dari generasi sebelumnya dan memberikan sesuatu yang lebih baik kepada generasi berikutnya,” ungkap Om Din.

Ketua Harian PP HPMS, Dr. Asrul Gailea, MM, turut menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, kaderisasi, komunikasi kelembagaan, serta pengembangan jejaring dan kolaborasi.

“67 tahun HPMS bukan akhir dari sebuah perjalanan. Pada momentum ini, mari kita mengabdikan diri meneruskan perjuangan para pendiri untuk berkontribusi pada negeri. Saya berharap para pengurus tidak hanya aktif ketika menyelenggarakan kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun sistem organisasi yang berkelanjutan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi kader untuk belajar, berdiskusi, melakukan penelitian, mengembangkan gagasan, serta terlibat dalam berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kepala Biro KESRA Provinsi Maluku Utara.

Asrul menilai HPMS perlu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar sosialnya. Dalam proses tersebut, persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama bagi seluruh elemen organisasi.

Rangkaian HUT ke-67 di Makassar dan Ternate memperlihatkan satu pesan penting, bahwa sejarah HPMS tidak sekadar untuk dikenang, tetapi menjadi pijakan dalam menatap masa depan.

Makassar menjadi pengingat tempat kelahiran HPMS, sementara Ternate menjadi salah satu ruang konsolidasi dan pusat kedudukan organisasi.

Memasuki usia 67 tahun, HPMS menghadapi tantangan untuk memperkuat kelembagaan, membenahi kaderisasi, memperluas jejaring dan meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rangkaian peringatan di Ternate ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar HPMS tetap mampu menjaga warisan sejarah dan menjawab tantangan zaman. (RED)

Tinggalkan komentar