Menu

Mode Gelap
Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana 12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana Jurnalis Sula Gelar Pengobatan Gratis, Karman Samuda: Deteksi Dini Penyakit Jangan Dianggap Sepele Camat Sanana Utara Pasang Badan, Seluruh Desa Dikerahkan Sukseskan Pengobatan Gratis Jurnalis Sula HUT Ke-23, Sejumlah Titik di Kota Sanana Jadi Sasaran Baksos

Komunitas

Wartawan Diminta Patuhi UU Pers dan KEJ Saat Liput Konflik di Halteng

badge-check


Foto: Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo. (doc: istimewa) Perbesar

Foto: Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo. (doc: istimewa)

BACARITAMALUT.COM Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Utara menegaskan jurnalis yang meliput konflik sosial di Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), wajib mematuhi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo, mengingatkan pentingnya menjaga independensi dalam setiap pemberitaan, terutama di wilayah rawan konflik.

“Untuk menjaga independensi, wartawan tidak boleh berpihak agar informasi yang disajikan tetap berimbang dan tidak memicu eskalasi,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menekankan, peliputan di daerah konflik memiliki risiko tinggi, baik terhadap keselamatan jurnalis maupun dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan itu sendiri.

Menurutnya, UU Pers dan KEJ menjadi pedoman utama agar informasi yang disampaikan tidak memperkeruh situasi. Setiap laporan, kata dia, harus berbasis fakta objektif serta memberi ruang yang sama kepada semua pihak.

“Berita harus berdasarkan fakta, bukan asumsi. Semua pihak wajib diberi kesempatan setara untuk menyampaikan keterangan,” tegasnya.

Asri juga mengingatkan larangan keras terhadap konten bermuatan SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia mendorong penggunaan pendekatan jurnalisme damai dalam setiap peliputan konflik.

“Di wilayah seperti ini, jurnalis disarankan mengedepankan jurnalisme damai untuk meredam ketegangan, bukan sekadar menampilkan kekerasan,” pintanya.

Selain itu, penggunaan bahasa dinilai krusial. Ia meminta awak media menghindari diksi provokatif maupun pelabelan yang menyudutkan pihak tertentu.

“Wartawan yang taat aturan tidak hanya menyampaikan informasi akurat, tetapi juga menjaga tanggung jawab sosial agar kondisi tidak semakin memburuk,” pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan

27 Mei 2026 - 15:18 WIT

Gabalil Hai Sua 2026 Berjalan Lancar, Panitia Sebut Seluruh Penilaian Berdasar Kriteria

6 Mei 2026 - 22:07 WIT

KONI Sula Bentuk Tim Seleksi Porprov 2026, Jaring Atlet Tanpa Titipan

30 Maret 2026 - 12:31 WIT

KONI Sula Bentuk Tim Seleksi Porprov 2026, Jaring Atlet Tanpa Titipan

Dipimpin Kamarudin Mahdi, KONI Sula Bagikan Takjil di Tiga Desa

15 Maret 2026 - 00:08 WIT

Dipimpin Kamarudin Mahdi, KONI Sula Bagikan Takjil di Tiga Desa

Pemuda KKST Sula Turun ke Jalan, Bagi Takjil hingga Santuni Anak Yatim

14 Maret 2026 - 04:23 WIT

Pemuda KKST Sula Turun ke Jalan

KONI Sula Resmi Dilantik, Kamarudin Mahdi Siap Buru Prestasi Atlet

11 Maret 2026 - 21:19 WIT

KONI Sula Resmi Dilantik, Kamarudin Mahdi Siap Buru Prestasi Atlet

Hasman Sangadji Ditunjuk Nahkodai PWI Taliabu

11 Maret 2026 - 00:46 WIT

Hasman Sangadji Ditunjuk Nahkodai PWI Taliabu

Rajut Silaturahmi, Diskominfo Sula dan Insan Pers Buka Puasa Bersama

3 Maret 2026 - 23:51 WIT

Diskominfo Sula dan Insan Pers Buka Puasa Bersama
Trending di Kepsul