BACARITAMALUT.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Kota Sanana, Senin (13/7/2026).
MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, tersebut diikuti oleh para peserta didik baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula, Marini Nur Ali, mengatakan MPLS merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan setiap memasuki tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru melalui berbagai aktivitas yang bersifat edukatif dan positif.
“Jadi kegiatan ini difokuskan pada pembinaan dan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa-siswi baru. Pelaksanaannya dilakukan di tingkat SD dan SMP,” ujar Marini.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan MPLS, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid. Menurutnya, tahapan tersebut menjadi bagian penting agar pelaksanaan MPLS berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.
“Rangkaian awalnya dilakukan sosialisasi dengan orang tua wali murid terlebih dahulu. Setelah itu barulah masuk pada masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi baru,” katanya.
Marini menegaskan, tanpa adanya sosialisasi kepada orang tua atau wali murid, pihak sekolah belum diperbolehkan melaksanakan kegiatan MPLS.
“Kalau belum ada sosialisasi dengan orang tua wali murid, berarti pihak sekolah belum bisa melaksanakan MPLS,” tegasnya.
Dalam pemantauan yang dilakukan Disdik Sula, kata Marini, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan tadi semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang kita inginkan. Semuanya positif,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa siswa yang belum mengikuti kegiatan MPLS karena alasan kesehatan. Namun, secara umum kehadiran peserta didik berjalan baik.
“Ada juga siswa yang tidak hadir, tetapi itu karena yang bersangkutan berhalangan sakit. Sementara yang hadir semuanya dalam kondisi sehat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marini berharap pelaksanaan MPLS dapat berjalan sesuai tujuan bersama, yakni menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan ramah bagi siswa baru.
“Harapannya, semoga kegiatan MPLS ini berjalan sesuai dengan keinginan dan tujuan kita bersama,” harapnya.
Ia menambahkan, MPLS tahun ini tidak diisi dengan kegiatan fisik, melainkan mengedepankan konsep sekolah ramah melalui kegiatan yang membangun kebersamaan dan kreativitas siswa.
“Untuk kegiatan MPLS saat ini tidak ada kegiatan fisik. Temanya ramah, sehingga mereka melakukan hal-hal positif seperti kelompok belajar dan kegiatan lainnya,” tuturnya.
Marini menambahkan, pelaksanaan MPLS sepenuhnya melibatkan peran guru, sementara Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) hanya berfungsi sebagai pendamping.
“Ini murni kegiatan yang melibatkan langsung guru-guru, sedangkan OSIS hanya sebagai pendamping,” pungkasnya. (RED)


































