BACARITAMALUT.COM – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Peduli (LPMPeduli) Kepulauan Sula, Maluku Utara, bekerja sama dengan Blue Ventures Conservation (BVC), lembaga konservasi yang berkedudukan di London, Inggris, untuk memperkuat pengelolaan perikanan berbasis masyarakat di Desa Pelita dan Desa Lelyaba, Kecamatan Mangoli Barat.
Direktur LPMPeduli, Ahmad Basahona, mengatakan program hibah luar negeri tersebut berlangsung pada 2025–2029. Pada tahap awal 2025–2026, pendampingan difokuskan di Desa Pelita. Selanjutnya, periode 2026–2029 akan dilaksanakan di Desa Pelita dan Lelyaba.
“Sebelum program berjalan, kami melakukan asesmen awal di lima desa, yakni Pelita, Lelyaba, Johor, Pasipa, dan Falabisahaya. Namun, pada tahun pertama pelaksanaan difokuskan di Desa Pelita, kemudian pendampingan dilanjutkan di Desa Pelita dan Lelyaba,” ujar Ahmad, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut memiliki empat pilar utama, yakni pengelolaan perikanan berbasis masyarakat (Community-Based Fisheries Management/CBFM), pengamanan hak, inklusi keuangan, dan ketahanan pangan.
Sebagai langkah awal, LPMPeduli menggelar sosialisasi CBFM untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan.
“Pengelolaan perikanan berbasis masyarakat bertujuan memperkuat peran warga dalam mengatur, menjaga, dan memanfaatkan sumber daya perikanan secara bertanggung jawab, sehingga kelestarian ekosistem laut tetap terjaga,” katanya.
Menurut Ahmad, pendampingan akan mencakup peningkatan pemahaman masyarakat tentang aturan perikanan, larangan penggunaan alat tangkap yang merusak, serta ketentuan ukuran ikan yang layak ditangkap.
LPMPeduli juga akan mendorong pembentukan dan penguatan kelompok nelayan serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), termasuk penyusunan kesepakatan bersama mengenai lokasi, waktu, dan cara penangkapan ikan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami pentingnya menjaga laut, tetapi juga terlibat langsung dalam menyusun kesepakatan, mengawasi praktik penangkapan, dan mencatat hasil tangkapan sebagai dasar pengelolaan perikanan di desa,” jelasnya.
Selain itu, keterlibatan perempuan, pemuda, dan pemerintah desa akan diperkuat dalam proses perencanaan serta pengambilan keputusan. Kerja sama dengan dinas terkait dan lembaga pendamping juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Ahmad menambahkan, pelestarian terumbu karang, mangrove, dan padang lamun menjadi perhatian karena ekosistem tersebut merupakan habitat penting bagi ikan dan biota laut lainnya.
Melalui kemitraan dengan BVC, LPMPeduli berharap masyarakat Desa Pelita dan Lelyaba mampu mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mata pencaharian nelayan. (RED)










