BACARITAMALUT.COM — SD Negeri 2 Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mendapat bantuan rehabilitasi berat melalui program revitalisasi (revit). Bantuan tersebut mencakup enam ruang belajar yang selama ini dinilai sudah tidak layak digunakan.
Kepala SD Negeri 2 Sanana, Wajania Buton, mengatakan pihak sekolah sebelumnya diminta menyiapkan sejumlah dokumen pendukung sebelum usulan disampaikan ke pemerintah pusat.
“Awalnya kami mempersiapkan dokumentasi fisik bangunan, lokasi sekolah, serta sertifikat tanah yang tidak bermasalah atau bersengketa,” ujar Wajania, Rabu (29/4/2026).
Ia menyebut, seluruh dokumen yang dibutuhkan kini telah rampung dan tinggal menunggu jadwal keberangkatan ke pusat untuk mengikuti tahapan lanjutan di Kementerian.
“Alhamdulillah, dokumen persiapan untuk dikirim ke pusat sudah siap semua. Saat ini kami hanya menunggu undangan untuk berangkat ke pusat dalam rangka kegiatan revit di Kementerian,” katanya.
Menurut Wajania, sekolah sebelumnya mengusulkan pembangunan ruang belajar, ruang kantor, laboratorium, dan toilet. Namun, bantuan yang disetujui sementara ini berupa rehabilitasi berat enam ruang kelas.
“Sebelumnya kami mengusulkan ruang belajar, ruang kantor, lab, dan toilet, karena selama ini kami belum memiliki ruang kantor. Yang kami gunakan sekarang masih rumah lama sejak zaman Soeharto. Namun yang disetujui adalah enam ruang belajar,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur atas bantuan tersebut karena kondisi bangunan sekolah memang sudah memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, karena enam ruang belajar ini semuanya masuk kategori rehab berat,” katanya.
Wajania menjelaskan, bangunan SD Negeri 2 Sanana sejak era 1980-an belum mendapat pembangunan baru. Pada 2022 lalu, sekolah sempat memperoleh empat ruang baru melalui proposal yang diajukan.
“Bangunan sekolah ini sejak tahun 80-an belum pernah dapat bangunan baru. Saat saya masuk tahun 2022, kami ajukan proposal dan mendapat empat lokal bangun baru melalui Pokmas,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan revitalisasi tersebut menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa di daerah tersebut.
“Kami tetap semangat memajukan pendidikan untuk masa depan anak negeri. Meski kondisi masih terbatas, kami terus berusaha merawat sekolah dengan mengecat dinding agar tetap terlihat rapi dan cantik,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku belum mengetahui besaran anggaran rehabilitasi enam ruang belajar tersebut.
“Saat ini kami belum tahu nilai anggarannya. Nanti setelah pertemuan dengan pihak kementerian dan dilakukan MoU, barulah kami bisa mengetahui jumlah anggarannya,” pungkas. (RED)






























