BACARITAMALUT.COM – Pengusaha muda asal Maluku Utara, Muliansyah, bakal membangun Malut United versi baru yang benar-benar membawa identitas dan semangat masyarakat Moloku Kie Raha.
Menurutnya, sudah saatnya klub sepak bola yang mengusung nama Maluku Utara dikelola oleh putra daerah dan mencerminkan budaya serta karakter lokal.
Muliansyah yang juga merupakan pemilik tambang nikel Batu Group dan Ketua Umum BPP KAPMI mengatakan, klub kebanggaan Maluku Utara tidak boleh sekadar memakai nama daerah, tetapi harus memiliki filosofi, manajemen, dan identitas yang lahir dari Bumi Kie Raha.
“Cukup sudah dengan baju lama. Malut United versi baru harus punya karakter Kieraha. Mulai dari filosofi, kostum, hingga manajemennya harus mencerminkan geografi dan budaya Maluku Utara. Ini soal harga diri kita,” tegas Muliansyah, Kamis (6/8/2026).
Ia menilai Maluku Utara memiliki sejarah panjang di dunia sepak bola nasional. Kehadiran klub seperti Persiter dan lahirnya sejumlah pemain berbakat menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk kembali berjaya.
Muliansyah juga mengungkapkan, sejumlah pengusaha tambang nikel di Buli, Kabupaten Halmahera Timur, mendukung lahirnya klub yang benar-benar membawa nama baik Maluku Utara di tingkat nasional maupun internasional.
“Sepakbola adalah salah satu cara kita mengibarkan nama Malut. Jangan sampai ada pihak yang hanya datang membawa nama Malut, lalu pergi begitu saja tanpa meninggalkan warisan,” ujarnya.
Menurutnya, putra daerah memiliki kemampuan untuk memiliki dan mengelola klub profesional tanpa bergantung kepada pihak luar. Karena itu, ia optimistis Maluku Utara mampu melahirkan tim yang menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kalau mereka bisa, kita juga bisa. Malut United versi Kieraha akan kita lahirkan. Dengan nafas Moloku Kie Raha, kita buktikan bahwa kita tuan di tanah sendiri,” pungkasnya. (RED)





