BACARITAMALUT.COM — Sebanyak 83 petugas Sensus Ekonomi 2026 bakal menyisir rumah warga di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Petugas sensus tersebut terdiri dari 69 pendata lapangan dan 14 pengawas lapangan yang disiapkan BPS untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata secara akurat.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten Kepulauan Sula ini dilakukan langsung oleh Bupati Fifian Adeningsi Mus di Aula Istana Daerah (Isda), desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Selasa (23/6/2026), ditandai dengan penyematan atribut kepada perwakilan petugas.
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari tingkat Kabupaten hingga Desa dan Kelurahan, ikut mendukung pelaksanaan sensus.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan semata-mata agenda BPS, melainkan kebutuhan daerah dalam menyiapkan arah pembangunan ke depan.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai struktur ekonomi Kepulauan Sula, perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi wilayah, serta berbagai peluang dan tantangan yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pendataan nantinya menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Sula, Syahrul G. Usman, mengatakan sensus ini memiliki peran penting dalam menyediakan data ekonomi yang berkualitas, sekaligus mendukung berbagai kebutuhan statistik daerah.
“Pengumpulan data oleh BPS, tak hanya menyediakan data penduduk untuk Indonesia, melainkan melalui hasil sensus ekonomi ini, salah satunya data yang diperoleh akan menjadi sampling untuk perhitungan angka inflasi di Kepulauan Sula di tahun depan,” jelasnya.
Syahrul menambahkan, puluhan petugas yang telah disiapkan akan menjangkau seluruh wilayah Kepulauan Sula untuk memastikan data yang diperoleh lengkap dan akurat. (RED)































