BACARITAMALUT.COM — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, mulai melakukan rehabilitasi Taman Mangon yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit warga Kota Sanana.
Pekerjaan rehabilitasi berupa pembangunan plat beton itu dikerjakan oleh CV. Ziyad Bilal Berqah dengan nilai kontrak sebesar Rp199.904.571 yang bersumber dari APBD 2026. Proyek dimulai sejak 24 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 22 Juli 2026.
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Sula, Rosihan Buamona, mengatakan pihaknya menargetkan pekerjaan dapat rampung secepat mungkin agar kembali dimanfaatkan masyarakat.
“Targetnya pekerjaan tersebut bisa diselesaikan dalam dua bulan supaya sisi manfaatnya itu bisa ada secepatnya karena dilihat hampir setiap sore itu masyarakat punya aktifitas atau bisa santai-santai disitu,” kata Rosihan saat ditemui wartawan, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, Taman Mangon merupakan salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi warga sehingga percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Justru itu, makanya saya tekankan kepada pihak penyedia agar secepat mungkin bisa diselesaikan pekerjaannya supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Rosihan menjelaskan, rehabilitasi kali ini hanya difokuskan pada bagian lantai taman yang menghadap laut dan sempat mengalami kerusakan cukup parah.
“Jadi rehab taman Mangon ini kita hanya fokus pada lantainya berhadapan dengan laut itu yang beberapa waktu lalu sempat jebol,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kerusakan terjadi karena konstruksi lama menggunakan rangka besi dan lantai berbahan Wood Plastic Composite (WPC) Decking yang tidak mampu bertahan terhadap tingginya kadar garam di kawasan pantai.
“Awalnya konstruksinya menggunakan besi dan papan atau Wood Plastic Composite (WPC) Dacking pada lantainya jebol itu karena besinya tidak mampu menahan kadar garam yang begitu tinggi sehingga terjadilah karat pada besinya sehingga jebollah besi-besi yang dipakai untuk penyangga,” terangnya.
Untuk menghindari kerusakan serupa, lanjut Rosihan, pihaknya mengganti konstruksi lama dengan sistem cor beton yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
“Jadi saat ini kita pakai beton atau sistem cor dek dan diatas lantainya dikasih keramik anti slip agar supaya pemakaiannya itu lebih lama,” ungkap Rosihan.
Rosihan berharap pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Saya berharap mudah-mudahan dalam pekerjaan ini cepat selesai dan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan. Supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secepatnya,” pungkasnya. (RED)

































