SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 420x400
Example 420x400
OpiniKomunitas

Refleksi Kader HMI Dalam Bingkai Sejarah dan Perubahan Bangsa

495
×

Refleksi Kader HMI Dalam Bingkai Sejarah dan Perubahan Bangsa

Sebarkan artikel ini
himpunan mahasiswa Islam (hmi) cabang sanana
Foto: Taufik Buabes

Oleh: Taufik Buabes, Sekretaris Umum HMI Cabang Sanana

Selamat ulang tahun himpunanku, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ke-78.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 320x200

HMI adalah salah satu oraganisasi besar yang saat ini dikenal di berbagai macam kalangan, Oraganisasi yang usianya suda menuah ini bisa dikatakan sebagai tulang punggung negara indonesia. Sejak berdirinya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam pada 14 rabbiyul awal 1366 hijriyah tepatnya pada tanggal 5 Febuari 1947 di Yogyakarta, kota yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia, HMI hadir sebagai respons konstruktif dan menjawab kebutuhan zaman, Organisasi ini hadir dalam rangka mempertahankan negara republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.

Dalam perjalanan historisnya, HMI terus bertransformasi menjadi organisasi yang relevan dalam setiap perkembangan peradaban di Indonesia. HMI terbukti mampu menjadi organisasi yang melahirkan tokoh-tokoh bangsa turut berkontribusi positif dan signifikan pada upaya upaya sistematik dalam mewujudkan bangsa yang makmur secara ekonomi, adil secara politik dan hukum, serta berada secara sosio kultural. HMI telah melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional yang berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Salah satunya adalah kakanda Nurcholis majid atau cak nur. Dikenal dengan pemikirannya yang kritis, dan cak nur mampu membawa angin segar dalam pemikiran keislaman dan ke-indonesiaan. Melalui HMI, iya mendorong para mahasiswa harus berpikir kritis dan terbuka, menjadikan Islam sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman. Bukan sekedar ritual tapi juga sebagai panduan dalam kehidupan kebangsaan. Selain cak nur, tentu Masi sangat banyak tokoh lain yang lahir dari rahim kaderisasi HMI dan berkontribusi besar bagi pembangunan peradaban Indonesia.

Baca Juga : Terdakwa Kasus Pembunuhan di Kepsul Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Seiring berkembangnya zaman, di tengah-tengah tensi dinamika zaman yang sedemikian tinggi, serta arus teknologi informasi juga sangat pesat, namun HMI hadir dan berhasil bertransformasi menjadi wadah bagi para mahasiswa islam untuk menuangkan pokok-pokok pikiran mereka sebagai seorang insan akademis, mengaktualisasi inovasi-inovasi mereka sebagai seorang insan pencipta, dan melibatkan diri dalam menjawab berbagai permasalahan masyarakat sebagai seorang insan pengabdi dalam kerangka nilai-nilai keislaman sebagai seorang muslim dan nilai-nilai ke-Indonesiaan sebagai warga negara. Sebagai gerakan berbasis islam HMI yang selalu berkomitmen untuk merangkai pluralitas di Indonesia, tentu HMI memiliki tantangan dan peluang yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mempertahankan identitas islam di tengah arus globalisasi yang begitu kencang.

Di sisi lain, peluangnya adalah menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Dalam menghadapi isu radikalisme yang mulai merambah kalangan mahasiswa, HMI menunjukkan sikap yang kritis dan terbuka, berupaya untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan masyarakat luas dengan cara yang damai dan inklusif, dan HMI dengan tradisi intelektualnya, berupaya untuk menjembatani peradaban dan membangun kesatuan. Melalui berbagai program dan kegiatan, HMI terus berupaya membagun kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang plural.

Baca Juga : Kasus ITE di Kepsul Masuk Babak Baru, Polisi Segera Gelar Perkara

Kata kakanda Sahrul Takim mantan ketua umum HMI cabang sanana periode 2012-2013 dalam postingannya, saat merayakan hari lahir HMI ke-78 tahun pada tanggal 5 Febuari 2025 beberapa hari lalu, yang saya kutip adalah jika dilihat dari usia, HMI suda seperti kakek tua. Pada usia ini tingkat produktivitas semakin menurun, ide-ide keumatan dan kebangsaan semakin memudar, semangat perkaderan semakin menciut, peran perjuangan hanya ada dalam cerita masalalu, bahkan akan tertelan zaman. Kakanda juga menitipkan besar harapan semoga tidak terjadi demikian, seharusnya lebih berpengalaman dalam memantapkan pijakannya dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang di cita-citakan.

Berdasarkan hal tersebut, menjadi penting bagi kita semua, kader HMI yang tersebar di seluruh penjuru negeri untuk saling merefleksikan diri pada keikutsertaan kita dalam bertransformasi menjadi kader-kader yang cerdas menjadi seorang intelektual, tekun sebagai seorang pencinta dan ikhlas sebagai seorang pengabdi. Bersama-sama mari jemput masa depan HMI yang terus dan semakin cemerlang untuk mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang berkeadilan dan berkemakmuran. Semoga HMI terus menjadi wadah bagi para kader untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi umat dan bangsa, dengan berlandaskan nilai-nilai Islam yang mulia serta HMI terus menjadi kekuatan positif dalam masyarakat, dengan menyebarkan nilai-nilai Islam yang berupa kasih sayang, keadilan, dan persatuan. “Rasulullah SAW bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain”. (HR. Muslim).

Akhir kata, saya titipkan sebagai semangat perjuangan (lebih baik mati syahid dari pada hidup hina karena di jajah, lebih baik hancur binasa dari pada di jajah kembali).

“Berjuanglah kamu untuk urusan duniamu, seakan-akan kamu akan hidup terus, dan berjuanglah kamu untuk urusan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok”

Selamat milad Himpunan Mahasiswa Islam.
Bahagia HMI, Yakin Usaha Sampai (YAKUSA)

Penulis adalah Sekretaris Umum HMI Cabang Sanana.

Example 400x100
Example 400x100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *