Menu

Mode Gelap
Kaban Kesbangpol Sula Polisikan Ketua IMM, Diduga Gelar Aksi Tanpa Pemberitahuan Jemaah Haji Asal Sula Tutup Usia di Makkah, Bupati Fifian Sampaikan Duka Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

Opini

Masyarakat Kritis, Pilar Demokrasi yang Kuat

badge-check


Foto: Aktivis Sosial, Riswan Wadi. (doc: Istimewa) Perbesar

Foto: Aktivis Sosial, Riswan Wadi. (doc: Istimewa)

Oleh: Riswan Wadi, Aktivis Sosial

Dalam sistem demokrasi, masyarakat memiliki peran yang sangat penting sebagai pengawas dan penilai kinerja pemerintah. Salah satu peran penting ini adalah menjadi mitra kritis terhadap kinerja para pemimpin, termasuk bupati. Namun, yang sering terjadi dalam masyarakat kita adalah pemujaan berlebihan terhadap bupati tanpa memperhatikan kinerja yang sesungguhnya. Hal ini sangat merugikan perkembangan demokrasi yang sehat.

Masyarakat harus menghindari kultus kepribadian. Pemujian yang berlebihan terhadap seseorang dapat menciptakan sosok pemimpin yang dianggap tak bisa salah. Ini sangat berbahaya, karena dapat membuat pemimpin kehilangan akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan pemerintahan.

Baca Juga : Pendidikan di Daerah Tertinggal: Menembus Batas Ketimpangan

Sebaliknya, dengan menjadi mitra kritis, masyarakat dapat mendorong akuntabilitas dalam pemerintahan. Masyarakat berhak menilai kinerja bupati berdasarkan prestasi nyata, bukan hanya pada retorika atau janji-janji kosong. Hal ini penting agar pemimpin dapat menjalankan pemerintahan dengan lebih efektif dan efisien.

Kritik yang konstruktif dari masyarakat juga dapat meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan menjadi mitra kritis, masyarakat dapat memastikan bahwa suara mereka didengar dan kepentingan mereka terwakili dalam kebijakan pemerintah.

Dengan menjadi mitra kritis dan tidak memuji bupati secara berlebihan, masyarakat berkontribusi dalam membangun pemerintahan yang lebih baik. Masyarakat dapat mendorong bupati untuk meningkatkan kinerja dan memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat.

Kesimpulannya, menjadi mitra kritis dan menghindari pujian berlebihan terhadap bupati adalah langkah penting dalam memperkuat demokrasi dan menciptakan pemerintahan yang lebih akuntabel. Dengan peran kritis ini, masyarakat dapat mendorong akuntabilitas, meningkatkan partisipasi, dan mendukung pemerintahan yang lebih baik.

*Penulis adalah Aktivis Sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Sejarah Singkat Desa Paratina (Catatan Singkat Kampung Halaman)

23 Januari 2026 - 15:13 WIT

Sejarah Singkat Desa Paratina (Catatan Singkat Kampung Halaman)

Tamparan Untuk Diri Sendiri

20 November 2025 - 16:10 WIT

tamparan untuk diri sendiri

Dari Hati Seorang Adik yang Sedang Belajar Merunduk

17 November 2025 - 23:08 WIT

Dari Hati Seorang Adik yang Sedang Belajar Merunduk

Kerendahan Hati di Puncak Pencapaian

16 November 2025 - 14:16 WIT

Kerendahan Hati di Puncak Pencapaian

Perampasan Hutan, Tanah, dan Laut oleh Bangsa Asing

6 November 2025 - 14:03 WIT

Perampasan Hutan, Tanah, dan Laut oleh Bangsa Asing

“HMJ Sosiologi” Antara Harapan dan Kenyataan

6 November 2025 - 13:18 WIT

“HMJ Sosiologi” Antara Harapan dan Kenyataan

Korban Digitalisasi, Akankah Koran di Ternate Tinggal Sejarah?

13 Oktober 2025 - 17:17 WIT

Korban Digitalisasi, Akankah Koran di Ternate Tinggal Sejarah?

Krisis Ekonomi dan Doktrin Sosial

10 Oktober 2025 - 19:18 WIT

Krisis Ekonomi dan Doktrin Sosial
Trending di Opini