banner 728x90
Ekonomi/Bisnis

Sopir Mengamuk di SPBU Pohea, Pertalite Baru Masuk Langsung “Ludes”

Bacarita Diperbarui 19:58 WIT 2 menit membaca
Foto: SPBU Kompak desa Pohea. (doc: bacaritamalut.com)
Ukuran Teks:

BACARITAMALUT.COM – Sejumlah sopir angkutan umum mengamuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak milik PT Munara Super Abadi di desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Rabu (19/8/2026).

Kemarahan para sopir pecah setelah mereka mengaku datang untuk mengisi BBM, namun justru mendapat jawaban bahwa Pertalite telah habis. Padahal, pasokan baru masuk sekitar pukul 14.00 WIT.

Salah satu sopir, yang enggan menyebut namanya, saat ditemui wartawan, mengaku tiba di lokasi sekitar pukul 14.19 WIT. Selisih waktu yang hanya sekitar 19 menit sejak BBM masuk membuatnya mempertanyakan bagaimana Pertalite bisa secepat itu dinyatakan habis.

“Pertalite masuk tadi sekitar jam 2.00, kami datang mau isi minyak (Pertalite, red) tadi sekitar jam 2.19, tapi petugas menyampaikan kepada kami bahwa minyak Pertalite sudah habis,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut sulit diterima, terlebih para sopir masih melihat aktivitas di area SPBU setelah pasokan datang.

“Minyak (Pertalite, red) baru masuk saja sudah habis, kan tidak mungkin,” tegasnya.

Kecurigaan semakin menguat setelah para sopir mengaku menemukan puluhan jerigen berada di belakang kantor SPBU. Mereka menduga jerigen tersebut digunakan untuk menampung Pertalite yang seharusnya dapat diakses masyarakat dan pengguna kendaraan yang mengantre.

“Kami juga melihat puluhan jerigen berada di belakang kantor. Jerigen tersebut diduga semuanya terisi minyak Pertalite,” ujarnya.

Bagi para sopir, kondisi itu menimbulkan dugaan adanya perlakuan berbeda dalam pelayanan. Mereka mempertanyakan apakah kendaraan yang mengantre memang menjadi prioritas atau justru penyaluran menggunakan jerigen lebih diutamakan.

“Kami menilai pihak SPBU Pohea lebih memprioritaskan pengisian BBM menggunakan jerigen,” katanya.

Sementara itu, Manager SPBU Kompak, PT Munara Super Abadi, Kevin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dengan santai menyampaikan bahwa persoalan yang terjadi di SPBU Pohea telah ia klarifikasi melalui media.

“Terkait isu di SPBU Pohea sudah saya klarifikasi lewat media, untuk meluruskan saja. Jadi saya rasa sudah cukup,” kata Kevin.

Ia juga menyebutkan, informasi terkait persoalan tersebut telah sampai kepada pihak-pihak terkait.

“Beritanya juga sudah sampai ke pihak-pihak terkait, bahwa yang dituduhkan tidak benar. Terima kasih,” ujarnya. (RED)

Tinggalkan komentar