BACARITAMALUT.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, mulai menggelar Operasi Pekat Kie Raha 2025.
Operasi yang berlangsung selama delapan hari, mulai 9 hingga 16 Desember 2025 ini menyasar sejumlah titik rawan di Kota Sanana.
Kabag Ops Polres Kepulauan Sula, AKP Ruslan Lutia, menegaskan bahwa operasi ini digelar sebagai upaya cipta kondisi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat jelang Nataru.
“Operasi pekat Kie Raha 2025 kami laksanakan selama delapan hari untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas menjelang Nataru,” kata Ruslan, Selasa (9/12/2025).
Operasi tersebut menyasar peredaran minuman keras, perjudian, praktik prostitusi, premanisme, hingga pencurian. Pada hari pertama, personel Polres Sula langsung melakukan razia di Pelabuhan Regional Sanana.
“Alhamdulillah, dari hasil kegiatan di pelabuhan, personel berhasil mengamankan satu kardus minuman keras jenis cap tikus berisi 24 botol berukuran 600 ml,” kata Ruslan.
Miras tersebut ditemukan ketika KM Permata Obi dari Ternate bersandar di Pelabuhan Sanana. Petugas mengamankan barang bukti di area terminal atau ruang tunggu sebelum kemudian dibawa ke ruang Sat Sabhara unit Tipiring untuk penyelidikan lebih lanjut.
Selain razia di pelabuhan, Ruslan menegaskan operasi akan berlanjut ke sejumlah tempat hiburan malam, rumah kos, serta penginapan yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi atau kumpul kebo.
“Kami juga akan menyasar café, kos-kosan, dan penginapan yang dicurigai menjadi tempat praktik prostitusi. Semua akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.
Tak hanya itu, lanjut Ruslan, operasi ini juga diperluas ke titik-titik keramaian untuk mencegah aksi premanisme.
“Kami tetap melakukan patroli dan sambang di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Selain penindakan, edukasi dan imbauan kamtibmas juga kami sampaikan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan bersama,” jelasnya.
Ruslan mengimbau masyarakat agar menghindari konsumsi minuman keras selama masa operasi berlangsung.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga situasi agar tetap aman, tertib, dan kondusif menjelang Nataru. Hindari miras dan hal-hal yang bisa memicu gangguan kamtibmas,” tutupnya. (RED)





























