SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 420x400
Example 420x400
Cerpen

Taman Wansosa Jadi Saksi

124
×

Taman Wansosa Jadi Saksi

Sebarkan artikel ini

TEPAT malam tahun baru 2025, langit Taman Wansosa dihiasi kembang api warna-warni yang menyemburat seperti pelangi.

Suara tawa dan percakapan memenuhi udara, namun aku tenggelam dalam pikiranku, duduk bersama kawan-kawan di gazebo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 320x200

Ketika aku berpaling, mataku terpaku pada seorang perempuan sederhana yang berdiri di dekat patung lebah besar. Wajahnya tertunduk, tampak sedikit canggung, tapi ada sesuatu yang memikat dalam cara dia memperbaiki jilbabnya yang tertiup angin.

Baca Juga : Menjemput Tahun Baru 2025: Surat Cinta untuk Kepulauan Sula

Aku mengumpulkan keberanian, meskipun jantungku berdegup seperti genderang. Dengan langkah malu-malu, aku mendekatinya. “Hai,” kataku, mencoba terdengar santai.

Dia menoleh, matanya yang hangat menyambutku. “Hai,” jawabnya lembut, disertai senyum yang tipis.

“Aku… Aku Fari,” kataku sambil mengulurkan tangan.

Dia menyambut tanganku. “Aku Evhy,” jawabnya singkat.

Baca Juga : Drainase Tersumbat, Jalan di Belakang Isda Terendam

Malam itu, kami berbicara tentang banyak hal—tentang bagaimana ia datang ke Taman Wansosa karena penasaran dengan cerita indahnya, tentang bagaimana aku sudah lama menjadikan tempat ini sebagai pelarian dari rutinitas.

Detik-detik pergantian tahun mendekat, dan orang-orang mulai menghitung mundur. Ketika hitungan mencapai nol dan kembang api menghiasi langit, aku melihat Evhy menatap ke atas dengan kekaguman. Wajahnya bersinar oleh cahaya kembang api, dan aku tahu, momen itu tak akan pernah kulupakan…!!

Sanana, 1 Januari 2025.

Example 400x100
Example 400x100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *