Menu

Mode Gelap
Jemaah Haji Asal Sula Tutup Usia di Makkah, Bupati Fifian Sampaikan Duka Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana

Kepsul

Sulabesi Barat Terisolasi, Akademisi: Jangan Tunggu Banjir Baru Bertindak

badge-check


Foto: Kondisi jalan yang rusak di Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula. (doc: Istimewa) Perbesar

Foto: Kondisi jalan yang rusak di Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula. (doc: Istimewa)

BACARITAMALUT.COM Akses jalan utama yang menghubungkan enam desa di Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, lumpuh total akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (21/6) pukul 18.30 WIT hingga Minggu (22/6/2025) pagi.

Enam desa terdampak yakni Kabau Pantai, Kabau Darat, Ona, Nahi, Paratina, dan Wai Ina.

Seluruh wilayah ini kini terisolasi. Badan jalan tertutup lumpur tebal, jembatan penghubung ambruk, aspal hancur, dan sejumlah titik yang belum diaspal ikut rusak berat.

Baca Juga : Enam Warga Sula Ditetapkan Tersangka Persetubuhan Anak, Dua Ditahan

Akibatnya, satu-satunya akses menuju ibu kota Sanana tidak bisa dilalui kendaraan. Aktivitas warga lumpuh total.

Akademisi STAI Babussalam Sula, Dr. Sahrul Takim, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera mengambil langkah konkret.

“Kami meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk melakukan perbaikan jalan ruas provinsi di Kecamatan Sulabesi Barat yang rusak akibat banjir. Sekaligus normalisasi Kali agar banjir tidak lagi terjadi saat hujan deras,” tegas Sahrul.

Baca Juga : Akses Utama Menuju Kota Sempat Lumpuh, Polsek Sulabesi Barat dan Warga Empat Desa Bangun Jalan Alternatif

Ia mengingatkan, kehadiran pemerintah tidak cukup hanya saat bencana terjadi.

“Jangan tunggu banjir baru pemerintah turun. Harus ada solusi jangka panjang seperti perbaikan bibir sungai dan normalisasi sungai sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

Sahrul juga menyesalkan kerusakan jalan yang baru dua tahun terakhir ini dinikmati masyarakat sejak pemekaran daerah.

Baca Juga : BPBD Kepulauan Sula Tinjau Lokasi Pascabanjir Rob dan Jebolnya Tanggul Telaga Kabau

“Jalan yang dinanti dan baru dua tahun dinikmati warga sejak pemekaran, kini rusak parah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jalan tersebut adalah urat nadi ekonomi bagi enam desa di Sulabesi Barat. Karena itu, ia berharap perbaikan segera dilakukan agar mobilitas warga dan roda ekonomi tidak terus-menerus terhambat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Jemaah Haji Asal Sula Tutup Usia di Makkah, Bupati Fifian Sampaikan Duka

3 Juni 2026 - 09:08 WIT

Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci

3 Juni 2026 - 07:08 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

2 Juni 2026 - 18:37 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

2 Juni 2026 - 17:57 WIT

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

31 Mei 2026 - 14:06 WIT

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana

28 Mei 2026 - 08:51 WIT

12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan

27 Mei 2026 - 15:18 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana

16 Mei 2026 - 12:44 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana
Trending di Hukrim