Menu

Mode Gelap
Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana 12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan

Kepsul

Pasien Melahirkan Meninggal, RSUD Akui Ada Miskomunikasi

badge-check


Foto: Dirut RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare. (doc: bacaritamalut.com) Perbesar

Foto: Dirut RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare. (doc: bacaritamalut.com)

BACARITAMALUT.COM Peristiwa persalinan di RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, berujung duka. Seorang perempuan bernama Raina Umaternate meninggal dunia, Sabtu (13/9) dini hari, setelah mengalami pendarahan pasca melahirkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, saat diwawancarai awak media, Senin (15/9/2025), menyampaikan pihaknya langsung memerintahkan audit.

“Setelah saya mendapatkan informasi dari Ibu Dirut RSUD, saya langsung ke TKP dan perintahkan audit internal terkait dengan standar SOP maupun prosedur yang digunakan oleh teman-teman. Pada hari berikutnya kami juga lakukan audit sampai malam untuk mencocokkan keterangan medis dengan rekaman CCTV,” ujarnya.

Suryati menjelaskan, kondisi pasien awalnya stabil hingga proses persalinan berjalan normal. Namun, plasenta tidak keluar.

“Pasien masuk masa kritis dua jam setelah melahirkan. Ada langkah-langkah emergency, tetapi dokter harus memastikan kondisi umum karena tiba-tiba tensi pasien turun,” katanya.

Ia juga menyoroti masalah transfusi darah yang terkendala teknis dan komunikasi. “Darah dalam kondisi beku perlu waktu 45 sampai 60 menit untuk diproses. Saya melihat ada miskomunikasi informasi sehingga keluarga panik,” tutur Suryati.

Sementara itu, Direktur RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare, mengakui adanya kesalahpahaman.

“Itu ada miskomunikasi karena kepanikan keluarga. Darah belum bisa langsung masuk tanpa hasil pemeriksaan HB, tetapi keluarga mendesak,” ujarnya.

Ulia juga menegaskan pihaknya tetap memproses hukum terkait pengrusakan fasilitas RSUD yang terjadi.

“Yang merusak bukan keluarga pasien, melainkan orang luar yang tidak terlihat saat pasien dirawat. Bahkan, sesuai pengakuan, pendonor yang bersangkutan dalam kondisi mabuk,” katanya.

Meski demikian, ia menyebut RSUD terbuka terhadap mediasi. “Kalau ada jalur mediasi, itu yang kami pilih sebagai langkah terbaik bagi semua pihak,” tandasnya.

Untuk diketahui, peristiwa ini bermula ketika kondisi pasien dilaporkan kritis akibat pendarahan. Keluarga meminta darah segera diberikan karena rumah sakit memiliki stok. Namun, petugas menyampaikan darah baru bisa dipakai jika keluarga lebih dulu mencari donor.

Keluarga tetap memohon agar stok darah digunakan sementara demi keselamatan pasien, mengingat waktu subuh sulit mencari pendonor. Sejak awal persalinan, pasien bahkan disebut tidak diberikan cairan infus.

Permintaan tersebut dipenuhi setelah situasi semakin genting. Darah akhirnya dipasang, tetapi sudah terlambat. Tak lama setelah transfusi dimulai, pasien dinyatakan meninggal dunia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci

3 Juni 2026 - 07:08 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

2 Juni 2026 - 18:37 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

2 Juni 2026 - 17:57 WIT

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

31 Mei 2026 - 14:06 WIT

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana

28 Mei 2026 - 08:51 WIT

12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan

27 Mei 2026 - 15:18 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana

16 Mei 2026 - 12:44 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana

Jurnalis Sula Gelar Pengobatan Gratis, Karman Samuda: Deteksi Dini Penyakit Jangan Dianggap Sepele

16 Mei 2026 - 10:00 WIT

Jurnalis Sula Gelar Pengobatan Gratis, Karman Samuda: Deteksi Dini Penyakit Jangan Dianggap Sepele
Trending di Kepsul