Menu

Mode Gelap
Pelamar Kerja di PT MTP Wajib Ber-KTP Kepulauan Sula Target Rekam KTP di Kepulauan Sula Belum Terpenuhi Kabar Gembira, Gaji ASN-PPPK di Kepulauan Sula Mulai Cair Dua Bulan Sekaligus Pimpinan Mangkir, Komisi II DPRD Sula Batalkan RDP PT MTP Berkas P21, Tersangka Persetubuhan Anak Dilimpahkan ke Kejari Sula Dugaan Pungli Administrasi Desa, BPD Seret Pj Kades Leko Kadai ke DPRD

Tidore

KPK Bongkar Ratusan Aset Pemkot Tidore Tak Bersertifikat

badge-check


Foto : Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Abdul Haris. (doc : Amat) Perbesar

Foto : Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Abdul Haris. (doc : Amat)

BACARITAMALUT.COM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap 320 aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku Utara yang belum bersertifikat.

Ironisnya, sejumlah rumah dan kendaraan dinas tersebut saat ini dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Baca Juga : Proyek Jalan Rp7,3 M di Tidore Belum Hotmix, Kadis PU Klaim Sesuai RAB

Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Abdul Haris, menyampaikan temuan tersebut usai melakukan koordinasi dengan Pemkot Tidore dalam rangka program Monitoring Center for Prevention (MCP).

“Ada 320 aset yang belum bersertifikat. Kami harap ini segera ditindaklanjuti dan disertifikasi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Tidore, Kamis (19/6/2025).

Tak hanya soal legalitas aset, Abdul Haris juga menyoroti penggunaan kendaraan dan rumah dinas yang tidak sesuai aturan. Banyak di antaranya digunakan oleh oknum tanpa surat pinjam pakai yang sah.

Baca Juga : Kasus Pemerkosaan di Sula, Empat dari Enam Terlapor Masih Di Bawah Umur

“Kami minta agar kendaraan dan rumah dinas yang digunakan oleh pihak tidak berhak segera ditarik. Ke depan, penggunaan aset negara harus dilengkapi surat pinjam pakai, termasuk untuk tanah,” tegasnya.

Menurut Haris, kedatangan KPK ke Tidore tidak semata untuk menggelar MCP, tetapi juga untuk memastikan pengelolaan aset dan penerimaan pendapatan daerah berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Kami hadir bukan hanya untuk MCP, tapi juga memastikan dua aspek penting, yakni pengelolaan aset daerah dan optimalisasi penerimaan pendapatan daerah,” pungkasnya. (Amat)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Pelamar Kerja di PT MTP Wajib Ber-KTP Kepulauan Sula

4 Februari 2026 - 19:15 WIT

Pelamar Kerja di PT MTP Wajib Ber-KTP Kepulauan Sula

Target Rekam KTP di Kepulauan Sula Belum Terpenuhi

4 Februari 2026 - 17:22 WIT

Target Rekam KTP di Kepulauan Sula Belum Terpenuhi

Kabar Gembira, Gaji ASN-PPPK di Kepulauan Sula Mulai Cair Dua Bulan Sekaligus

4 Februari 2026 - 16:45 WIT

Kabar Gembira, Gaji ASN-PPPK di Kepulauan Sula Mulai Cair Dua Bulan Sekaligus

Bupati Sula Penuhi Undangan Presiden Prabowo

2 Februari 2026 - 17:19 WIT

Awas Penipuan! Oknum Catut Nama Kominfo Sula Tawarkan Program Wifi Murah

29 Januari 2026 - 19:14 WIT

Awas Penipuan! Oknum Catut Nama Kominfo Sula Tawarkan Program Wifi Murah

Pemda Sula Kembali Raih UHC Award Nasional

27 Januari 2026 - 17:48 WIT

Evaluasi Layanan Publik, Kepulauan Sula Naik ke Peringkat 6 se-Maluku Utara

21 Januari 2026 - 19:35 WIT

Hadiri Wisuda STAI Babussalam, Wabup Sula Dorong Sarjana Jadi Motor Pembangunan Daerah

20 Januari 2026 - 21:30 WIT

Hadiri Wisuda STAI Babussalam, Wabup Sula Dorong Sarjana Jadi Motor Pembangunan Daerah
Trending di Pendidikan