Menu

Mode Gelap
Jemaah Haji Asal Sula Tutup Usia di Makkah, Bupati Fifian Sampaikan Duka Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana

Kepsul

Harga Bapok di Kepsul Naik, Akademisi Soroti Peran Pemerintah

badge-check


Foto: Akademisi STAI Babussalam Sula, Mohtar Umasugi. (doc: Istimewa) Perbesar

Foto: Akademisi STAI Babussalam Sula, Mohtar Umasugi. (doc: Istimewa)

BACARITAMALUT.COM Dua hari menjelang bulan suci Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, mengalami kenaikan.

Beberapa komoditas utama yang terdampak antara lain beras, gula pasir, dan bahan pangan lainnya. Lonjakan harga ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Akademisi STAI Babussalam Sula, Mohtar Umasugi, menyoroti kenaikan harga ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah (Pemda) Kepsul, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) dan UKM.

“Seharusnya Diskoperindag lebih proaktif dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar. Jika lonjakan harga terus dibiarkan tanpa intervensi yang jelas, masyarakat akan semakin terbebani,” ujarnya, Kamis (27/2/2025).

Mohtar juga menjelaskan, dalam konteks regulasi, pemerintah memiliki berbagai instrumen hukum yang dapat digunakan untuk mengendalikan harga dan memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar.

“Ada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang menegaskan kewajiban pemerintah dalam menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok. Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 juga menuntut pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan dan intervensi jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” tambahnya.

Baca Juga : H-2 Puasa, Harga Bapok di Kepulauan Sula Naik

Dari perspektif ekonomi, lonjakan harga menjelang Ramadan memang bukan hal baru. Prof. Dr. Bustanul Arifin, pakar ekonomi pertanian, menjelaskan bahwa kenaikan harga yang tidak terkendali bisa menjadi indikasi lemahnya sistem distribusi dan pengawasan pemerintah.

“Setiap tahun, kita melihat pola yang sama. Permintaan meningkat, sementara pasokan tidak cukup atau terganggu. Jika tidak ada kebijakan yang efektif, harga akan terus naik dan masyarakat yang paling dirugikan,” katanya.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga ini antara lain meningkatnya permintaan, distribusi yang tidak efisien, serta spekulasi pasar oleh oknum pedagang yang menahan stok demi keuntungan lebih besar.

Sebagai solusi, Mohtar menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini.

“Diskoperindag harus segera menggelar operasi pasar murah, memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor, serta meningkatkan pengawasan terhadap praktik spekulasi yang merugikan masyarakat. Selain itu, perlu ada kebijakan jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan lokal agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tegasnya.

Mohtar juga mengingatkan, jika pemerintah daerah lambat bertindak, kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan ekonomi akan semakin melemah.

“Regulasi sudah ada, tinggal bagaimana implementasinya. Jika tidak ada tindakan nyata, masyarakat akan terus menjadi korban ketidakefektifan kebijakan pemerintah daerah. Pemangku kebijakan harus segera bertindak sebelum dampaknya semakin meluas,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Jemaah Haji Asal Sula Tutup Usia di Makkah, Bupati Fifian Sampaikan Duka

3 Juni 2026 - 09:08 WIT

Jemaah Haji Asal Kepulauan Sula Wafat di Tanah Suci

3 Juni 2026 - 07:08 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

2 Juni 2026 - 18:37 WIT

Temui Langsung Masa Aksi, Kapolres Sula Pilih Dialog Terbuka

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

2 Juni 2026 - 17:57 WIT

Menjawab Tuntutan GMNI, Polres Sula Beberkan Dasar Penerbitan SP3 Kasus Narkotika

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

31 Mei 2026 - 14:06 WIT

HUT Sula Ke-23, Bupati Fifian Berbagi Rezeki dengan Anak Yatim

Bupati Sula Pantau Penyembelihan Hewan Kurban di Sejumlah Titik Kota Sanana

28 Mei 2026 - 08:51 WIT

12 Sapi Kurban Disalurkan, KKST Sula Perkuat Nilai Kebersamaan

27 Mei 2026 - 15:18 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana

16 Mei 2026 - 12:44 WIT

Tak Gubris Larangan Polisi, Warga Sula Nekat Gelar Pesta Joget Terancam Pidana
Trending di Hukrim