BACARITAMALUT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula mematangkan penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah memperkuat sistem merit dan meningkatkan kualitas birokrasi, Selasa (1/9/2026).
Hal itu dibahas dalam Ekspose Manajemen Talenta ASN di Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Jakarta. Forum tersebut dibuka Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI Dr. Herman, M.Si, dan dihadiri Bupati Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM serta pimpinan OPD.
Pemkab memaparkan kesiapan melalui penyajian profil aparatur, pemetaan kompetensi dan potensi, rekam kinerja serta kelengkapan database yang menjadi dasar pengembangan karier.
Dari pemaparan tersebut, jajaran BKN memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan data dan mekanisme pelaksanaan. Catatan itu akan menjadi bahan BKPSDM bersama OPD dalam melakukan pemutakhiran agar informasi kepegawaian lebih akurat, valid dan terintegrasi.
Bupati Fifian Adeningsi Mus menyambut baik pendampingan yang diberikan BKN RI. Ia menilai arahan tersebut penting untuk memastikan kebijakan pengelolaan talenta berjalan sesuai kebutuhan organisasi.
“Masukan dan arahan dari BKN RI menjadi hal yang sangat berharga bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan. Kami berkomitmen agar manajemen talenta di Kabupaten Kepulauan Sula dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan karier ASN serta peningkatan kualitas birokrasi,” ujar Bupati.
Menurutnya, pengelolaan berbasis kompetensi dan kinerja diharapkan mampu membantu daerah menempatkan aparatur secara lebih objektif sekaligus menyiapkan calon-calon pemimpin birokrasi.
Sinergi BKPSDM dengan seluruh OPD menjadi bagian penting dalam memastikan data yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Dari basis tersebut, ASN berpotensi tinggi dapat dipetakan untuk mendukung kebutuhan organisasi dan keberlanjutan pemerintahan.
Diakhir kegiatan, Bupati juga menyerahkan Coklat Sula Mina kepada jajaran BKN RI. Produk khas Kepulauan Sula itu diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah. (RED)










