BACARITAMALUT.COM — Jebolnya tanggul telaga Kabau, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, pada Rabu (2/4) kemarin, menyebabkan air laut meluap dan nyaris menenggelamkan 75 rumah warga.
Meski Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kepulauan Sula langsung merespons bencana tersebut sehari setelah kejadian, perhatian publik justru lebih tertuju pada Bupati Fifian Adeningsi Mus dan Sekretaris Daerah Muhlis Soamole yang memilih berangkat ke Taliabu, alih-alih berada di lokasi bencana.
Kejadian ini semakin mengejutkan karena Desa Kabau Pantai merupakan salah satu desa kemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024 lalu.
Baca Juga : BPBD Kepulauan Sula Tinjau Lokasi Pascabanjir Rob dan Jebolnya Tanggul Telaga Kabau
Ketidakhadiran dua pejabat teratas itu memicu pertanyaan banyak pihak mengenai komitmen mereka terhadap nasib warga. Apakah mereka lebih mengutamakan kunjungan ke Taliabu daripada langsung turun tangan menangani bencana di wilayah yang mereka pimpin?
Menanggapi hal ini, Kalak BPBD Kepulauan Sula, Hi. Buhari Buamona, yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, Kamis (3/4/2025), memberikan penjelasan mengenai keberadaan Bupati dan Sekda.
“Saya ingin sampaikan bahwa saat ini masih dalam masa libur. Ibu Bupati sedang bersilaturahmi dengan keluarga di Pulau Taliabu,” ujar Hi. Buhari.
Bahkan, menurut Hi. Buhari, posisi Bupati saat ini sementara digantikan oleh dirinya karena kondisi Wakil Bupati yang juga sedang kurang sehat.
“Saya saat ini diperintahkan oleh pimpinan untuk mengambil alih sementara. Jadi, jika ada yang mengatakan Bupati tidak ada di lokasi, saya ingin klarifikasi bahwa tidak semua situasi harus melibatkan Bupati secara langsung. Kami memiliki struktur yang dapat menangani masalah ini, seperti BPBD dan Dinas Sosial serta Dinas kesehatan,” tegasnya. (Red)