BACARITAMALUT.COM — Beberapa pemain langganan Timnas Indonesia, terutama Pratama Arhan, mendapat peringatan keras dari Patrick Kluivert, pelatih baru Timnas Indonesia.
Pernyataan tegas ini disampaikan Kluivert dalam konferensi pers perdananya pada Minggu (12/01) kemarin di Hotel Mulia, Jakarta.
Kluivert, yang baru saja diperkenalkan oleh PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong, berbicara banyak tentang alasan di balik penerimaannya untuk melatih Garuda, serta filosofi permainan yang akan diterapkannya.
Dalam kesempatan itu, Kluivert juga mengungkapkan misinya untuk membawa Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026.
Seperti yang dilansir Tribunnews.com, Senin (13/01/2025), legenda sepak bola Belanda itu juga menekankan pentingnya menit bermain bagi pemain Timnas Indonesia di level klub.
Tidak hanya itu, ia juga menyatakan seorang pemain Timnas harus mendapatkan waktu bermain yang cukup di klub mereka untuk dapat tampil maksimal di Timnas.
“Jika para pemain tim nasional tidak punya waktu bermain di klub, maka mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan di Timnas,” kata Kluivert.
“Kami juga harus berdiskusi dengan pelatih fisik di klub untuk memastikan kondisi fisik pemain. Hal-hal semacam itu sangat penting, tidak hanya mereka datang dan langsung bermain,” tambahnya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Ubah Standar Pemilihan Pemain Timnas Indonesia
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa salah satu pertimbangan Kluivert dalam memilih pemain untuk bergabung dengan Timnas Indonesia adalah seberapa banyak menit bermain yang didapatkan pemain tersebut di klub.
Meskipun tidak sepenuhnya mutlak, pernyataan ini layak diperhatikan oleh pemain langganan Timnas Indonesia, termasuk Pratama Arhan.
Pratama Arhan, yang menjadi langganan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong, sering kali mendapat sorotan terkait dengan waktu bermainnya di level klub. Meskipun ia selalu mendapat tempat di Timnas Indonesia, situasinya berbeda saat kembali ke klub.
Arhan, yang sebelumnya bermain di PSIS Semarang sebelum merantau ke Tokyo Verdy dan Suwon FC, kesulitan mendapatkan menit bermain yang cukup.
Di Tokyo Verdy, Arhan hanya bermain empat kali selama hampir dua musim, dengan total 255 menit. Situasi ini tidak membaik saat ia pindah ke Suwon FC, di mana ia hanya bermain dua kali dengan total empat menit bermain, bahkan mendapat kartu merah.
Setelah hampir setahun di Suwon, Arhan pindah ke Bangkok United pada Januari 2025 dan langsung mendapat menit bermain pada debutnya melawan Buriram United. Namun, Kluivert memberi peringatan bahwa jika Arhan tidak dapat meningkatkan menit bermainnya di Thailand, peluangnya untuk dipanggil ke Timnas Indonesia bisa terancam.
Selain Arhan, ada juga beberapa pemain langganan Timnas Indonesia lainnya yang menghadapi masalah serupa terkait menit bermain di klub. Di antaranya adalah Justin Hubner (Wolves), Nathan Tjoe-A-On (Swansea City), dan Marselino Ferdinan (Oxford United), yang masing-masing juga mendapat waktu bermain terbatas di klub mereka. (Red)