SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 420x400
Example 420x400
KepsulEkonomi/BisnisPemerintahan

Pemda Kepsul “Lepas Tangan”, Pedagang Dibuang ke Pasar Nyaris Roboh

902
×

Pemda Kepsul “Lepas Tangan”, Pedagang Dibuang ke Pasar Nyaris Roboh

Sebarkan artikel ini

BACARITAMALUT.COM Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag) dan UMKM tampaknya tidak menghiraukan penderitaan para pedagang.

Pasalnya, keputusan Diskoperindag untuk menertibkan para pedagang yang berjualan di tepi jalan menuju pasar makdahi. Mereka dipindahkan ke pasar ikan lama justru memperlihatkan kelalaian dan sikap asal-asalan pemerintah daerah. Alih-alih memberikan tempat yang lebih layak, pedagang malah dilempar ke bangunan yang nyaris roboh dengan atap bocor di sana-sini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 320x200

Kenyataan pahit yang harus dihadapi para pedagang setiap kali cuaca buruk. Barang jualan mereka basah, rusak, dan tak jarang harus dibuang begitu saja. Padahal, pasar adalah urat nadi ekonomi masyarakat Kepsul, namun pemerintah seakan tutup mata terhadap kondisi mengenaskan ini.

Baca Juga : Pemda Kepsul Tak Peduli, Atap Pasar Makdahi Bocor, Pedagang Terpaksa Gunakan Terpal

Sebagai pemangku kebijakan, Pemda seharusnya memastikan infrastruktur pasar dalam kondisi layak sebelum memindahkan pedagang. Tapi nyatanya, mereka malah seakan-akan “lepas tangan,” membiarkan para pedagang berjuang sendiri dalam kondisi yang tidak manusiawi.

“Kami tidak menolak dipindahkan, tapi tolong beri kami tempat yang layak. Setiap hujan, dagangan basah, kami rugi besar. Mana tanggung jawab pemerintah? Mereka hanya bisa bicara, tapi tidak ada tindakan,” ujar seorang pedagang saat ditemui wartawan, Jum’at (14/3/2025).

Para pedagang menilai Pemda Kepsul seakan “cuci tangan” dalam persoalan ini. Tidak ada solusi nyata, hanya janji-janji kosong yang tidak pernah terealisasi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dipastikan akan semakin luntur. “Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar janji manis yang selalu berakhir dengan penderitaan rakyat,” tegas salah satu pedagang dengan mata berkaca-kaca. (Red)

Example 400x100
Example 400x100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *