BACARITAMALUT.COM — John Maynard, seorang kakek berusia 66 tahun asal Jakarta, berkeliling Indonesia menggunakan sepeda. Dengan barang bawaan seberat 50 kilogram, ia memulai perjalanannya sejak 2017 dan telah menaklukkan berbagai provinsi di Indonesia.
Perjalanan John dimulai dari Pulau Sumatra, menjelajahi 10 provinsi dan 154 kabupaten/kota selama dua tahun, hingga selesai pada 2019. Namun, ketika ia melanjutkan perjalanan ke Kalimantan pada tahun 2020, pandemi COVID-19 memaksanya untuk berhenti sementara.
“Saya istirahat selama dua tahun, kembali ke Jakarta karena pandemi,” ujar John, saat ditemui wartawan di depan Polres Kepulauan Sula, Senin (27/1/2025).
Lanjut John, Pada 2022, dia melanjutkan petualangannya di Kalimantan, menyelesaikan 5 provinsi dan 56 kabupaten/kota. Tahun 2023, perjalanan dilanjutkan ke Sulawesi.
Ia mengunjungi 81 kabupaten/kota, termasuk Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Perjalanannya di Sulawesi diakhiri dengan mengunjungi Pulau Miangas, titik utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina.
Kini, John berada di Maluku Utara. Ia telah menjelajahi Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Kepulauan Sula, dan selanjutnya akan menuju Bacan, Ternate, dan kabupaten lainnya di pulau Halmahera hingga titik terakhir di Pulau Morotai.
“Harapannya, dari Morotai, saya bisa mendapatkan kapal menuju Papua, untuk melanjutkan perjalanan ke Jayapura dan Merauke,” harap John.
Setelah itu, ia berencana ke Ambon, NTT, NTB, Bali, dan kembali ke Jawa, menyelesaikan perjalanannya di Jakarta pada tahun 2027.
Uniknya, John menjalani perjalanan ini tanpa anggaran. Ia hanya membawa uang Rp120.000 saat memulai perjalanan dari Bau-bau.
Baca Juga : Anggota DPRD Maluku Utara Dorong Ismail Digoel Jadi Pahlawan Nasional
“Saya percaya, orang Indonesia itu baik. Dimana saya lapar, saya minta makan di rumah makan, dan banyak yang memberi dengan senang hati,” katanya.
Ia juga menerima bantuan makanan dan uang dari orang-orang yang ia temui di sepanjang jalan.
Selain itu, John berharap petualangannya dapat memotivasi orang lain untuk lebih mencintai tanah air.
“Banyak yang bangga keliling luar negeri, tapi apakah mereka tahu Indonesia terlebih dahulu? Pulau Sula atau Taliabu, misalnya. Saya ingin mengenal Indonesia lebih dulu sebelum ke luar negeri,” ujar mantan atlet dan pelatih sepeda ini.
Ia juga ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk melakukan hal besar.
“Saya ingin terus bersepeda sampai usia 80 tahun. Usia bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” tambahnya.
Selama perjalanan, hambatan yang ia hadapi hanya seputar teknis sepeda. Namun, sebagai mantan montir dan pemilik toko sepeda, ia mampu mengatasi semuanya sendiri.
“Sepeda dan orangnya adalah satu kesatuan. Mental dan fisik adalah kuncinya,” tegasnya.
Setiap kabupaten yang ia kunjungi selalu ditandai dengan kunjungannya ke kantor bupati setempat. Hal ini menjadi bukti bahwa ia benar-benar telah menjelajahi wilayah tersebut.
Setelah menyelesaikan perjalanan keliling Indonesia pada 2027, John berencana untuk menjelajahi luar negeri. Namun, ia memilih negara-negara terdekat.
“Saya ingin memotivasi semua orang bahwa perjalanan itu bukan soal uang. Jangan kalah sebelum mencoba. Kalau mau jalan, ya jalan saja,” pungkasnya. (Red)