BACARITAMALUT.COM — Untuk mengatasi krisis obat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, menjalin kerja sama dengan Apotek Makata Farma.
Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan pasien, terutama dalam kondisi mendesak.
Direktur RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare, Kamis (16/01/2025) menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekurangan obat, terutama di awal tahun yang masih dalam tahap proses tender dan pengadaan.
“Kami melakukan kerja sama dengan salah satu apotek, karena menurut kami ini adalah solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan obat pasien,” ujarnya.
Ulia menambahkan, sistem kerja sama ini dirancang untuk meminimalisasi keluhan dari pasien, khususnya pasien BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, dalam setahun terakhir, keluhan terkait ketersediaan obat bisa ditekan berkat kerja sama ini,” jelasnya.
Baca Juga: STAI Babussalam Sula Bakal Buka Program Pasca Sarjana, Fokus Dua Jurusan
Dalam pelaksanaannya, lanjut Ulia, Apotek Makata Farma akan menjadi mitra dalam menyediakan obat-obatan yang tidak tersedia di rumah sakit. Jika pasien membeli obat di luar dari apotek tersebut karena stok habis, Apotek Makata Farma akan mengganti biaya pembelian obat tersebut.
“Dasar kami bekerja sama dengan Makata Farma adalah karena mereka mampu membackup kebutuhan obat rumah sakit secara cepat,” tambah Ulia.
Menurut Ulia, sistem kerja sama ini memastikan pasien tidak perlu membayar sendiri untuk obat yang tidak tersedia di RSUD. Semua tagihan terkait obat akan dikelola oleh Apotek Makata Farma dan ditagihkan langsung ke pihak rumah sakit.
“Pasien hanya akan membayar obat jika stok di Makata Farma habis, dan itu pun akan diganti oleh pihak apotek,” katanya.
Dia berharap, mudah-mudahan strategi ini dapat dipahami oleh BPK karena langkah ini dilakukan demi kepentingan masyarakat.
“Kami berharap audit BPK bisa memahami, karena yang kami lakukan ini tujuannya untuk masyarakat,” tutupnya. (Red)