SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 420x400
Example 420x400
Opini

Sula: Antara Cita dan Realita

653
×

Sula: Antara Cita dan Realita

Sebarkan artikel ini
sula
Foto : Taufik Buabes, Sekretaris Umum HMI Cabang Sanana

Oleh: Taufik Buabes, Sekretaris Umum HMI Cabang Sanana

Kabupaten Kepulauan Sula memiliki empat soa atau suku utama, yaitu suku Fa’ahu, Fagud, Fatce, dan Mangon. Keempat suku ini memiliki bahasa yang beragam dan unik, namun tetap menjunjung tinggi bahasa Melayu sebagai pemersatu. Semangat gotong royong juga menjadi bagian dari tradisi kultural mereka, yang dikenal dengan sebutan Lompoa Do Hoi. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, saling membantu, dan menopang satu sama lain dalam menghadapi kesulitan, baik dalam musibah maupun dalam upaya mewujudkan cita-cita. Solidaritas ini merupakan prinsip mendasar yang diterapkan oleh masyarakat Sula dalam kehidupan sosial mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Example 320x200

Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan antar soa yang dulunya erat kini semakin renggang. Pertanyaannya, apa penyebab perpecahan ini? Apakah kita terlena oleh zaman, terbuai oleh pengaruh penguasa, atau tercerai-berai akibat kepentingan politik? Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk direnungkan dan dievaluasi bersama.

Baca Juga : Pemda Kepsul Tak Peduli, Atap Pasar Makdahi Bocor, Pedagang Terpaksa Gunakan Terpal

Sebagai generasi penerus, saya hampir merasa pesimis melihat dinamika kehidupan di daerah sendiri. Harapan dan cita-cita yang seharusnya kita kejar semakin terkikis, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat mulai pudar. Dahulu, Soa Gareha (empat suku) dikenal dengan semangat gotong royong dan saling mendukung, tetapi kini justru sering kali terjebak dalam sikap saling merendahkan dan sentimen negatif. Bahasa lokal yang sering saya dengar, Manayab Hia Do Hia (injak satu dengan satu), seolah menjadi cerminan perpecahan yang terjadi. Apakah kepentingan sesaat benar-benar mampu meruntuhkan tali ukhuwah dan silaturahmi yang telah lama kita bangun dengan semboyan Dad Hia Ted Sua?

Saatnya kita berbenah dan saling merangkul kembali. Jika kita menyesal di kemudian hari, itu sudah terlambat. Hari ini, banyak saudara kita yang terpaksa mengubur impian mereka dan memilih bekerja di perusahaan-perusahaan luar daerah seperti PT IWIP, PT Harita Nikel di Pulau Obi, dan PT Mangoli Timber. Saya mempertanyakan arah kebijakan daerah ini—ke mana sebenarnya Sula akan berlabuh? Masalah yang harus diselesaikan begitu banyak, mulai dari korupsi hingga tingkat pengangguran yang terus meningkat.

Baca Juga : Jelang Puasa, Harga Tomat di Kepulauan Sula Melonjak

Data menunjukkan bahwa ribuan warga Kepulauan Sula lebih memilih merantau untuk mencari pekerjaan. Pada tahun 2024, angka pencari kerja meningkat signifikan hingga 1.985 orang, dan pada awal tahun 2025, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 300 orang. Ditambah lagi, pada 14 Januari lalu, Kampus STAI Babussalam Sula mewisuda 87 mahasiswa, sementara banyak honorer justru kehilangan pekerjaan. Situasi ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Sula semakin mengkhawatirkan.

Sula saat ini sedang mengalami krisis serius. Jika kita mendiagnosis kondisi daerah ini, tampaknya Sula tengah “sakit parah”. Pertanyaannya, apa obatnya? Dalam perspektif etika derita Peter L. Berger, setiap pembangunan pasti ada yang dikorbankan. Jika demikian, siapa yang akan menjadi korban dalam proses pemulihan ini, dan berapa banyak jumlahnya?

Satu hal yang seharusnya kita sadari adalah keberadaan STAI Babussalam Sula sebagai perguruan tinggi satu-satunya di daerah ini. Kampus ini memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif. Dengan dedikasi yang tinggi serta moto yang elegan, STAI Babussalam Sula tetap berdiri kokoh sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi daerah ini.

Mari kita bangun kembali semangat kebersamaan, gotong royong, dan keyakinan bahwa Sula bisa bangkit.

KERJA KERAS, KERJA CERDAS, KERJA IKHLAS
DAD HIA TED SUA
YAKIN USAHA SAMPAI

Penulis adalah Sekretaris Umum HMI Cabang Sanana.

Example 400x100
Example 400x100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *