BACARITAMALUT.COM — Kepemimpinan Partai Bulan Bintang (PBB) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara kembali berputar ke wajah lama.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB menunjuk Munir Banapon sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Kepulauan Sula untuk periode 2025–2030.
Penunjukan Munir tertuang dalam SK DPP PBB Nomor: SK.PP/0206/2025 tentang Pengesahan Susunan dan Personalia DPC PBB Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara periode 1446–1451 H / 2025–2030 M, yang ditetapkan di Jakarta pada 5 November 2025.
Sebelumnya, nama Munir muncul melalui rekrutmen terbuka calon ketua DPC se-Indonesia, setelah pengurus DPC periode sebelumnya gagal menyelenggarakan musyawarah cabang. Berdasarkan Surat Mandat DPP PBB Nomor: AM.0196/DPP-Sek/10/2025, Munir bersama dua fungsionaris DPW PBB Maluku Utara ditugaskan membentuk kepengurusan baru.
Munir bukan sosok baru di tubuh partai berlambang bulan dan bintang itu. Ia pernah menakhodai DPC PBB Sula pada periode 2009–2014 dan kembali dipercaya pada 2014–2019. Dalam kepengurusan baru kali ini, ia menggandeng sejumlah tokoh lama dan figur muda yang sebelumnya ikut berkompetisi dalam Pileg 2024.
Nama Mhd. Idham Umamit, mantan anggota DPRD Kepulauan Sula periode 2014–2019, tercatat sebagai Sekretaris DPC, sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Sumita Ramli. Selain itu, Yana Lek, anggota DPRD Sula periode 2024–2029, ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPC. Mantan Ketua DPC sekaligus anggota DPRD, Lasidi Leko, kini menduduki posisi Ketua Majelis Penasehat Cabang, dan Jamaludin Fatgehipon ditunjuk sebagai Ketua Badan Kehormatan Cabang.
Munir menegaskan, kepengurusan baru ini merupakan langkah awal kebangkitan partai di Kepulauan Sula.
“Semua kekuatan, potensi, dan sumber daya PBB akan dirangkul agar konsolidasi PBB semakin kuat dan berjaya pada Pileg dan Pilkada mendatang,” ujar Munir, Sabtu (8/11/2025).
Meski saat ini DPC PBB Sula hanya terdiri dari 12 personel, Munir memastikan struktur organisasi partai akan terus diperluas.
“Kami masih akan membentuk Komite Aksi Pemenangan Pemilu, badan otonom, sayap partai, dan DPAC di 12 kecamatan. Ini akan melibatkan lebih banyak kader yang siap bekerja untuk kemenangan PBB,” tandasnya. (RED)


























