Menu

Mode Gelap
Idrus Umarama Dorong GHS Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Sula Wisuda Angkatan IV, MA Al-Islah Waigoiyofa Lepas 23 Siswa Kelas XII Dua Komoditas Pangan di Pasar Basanohi Sanana Mulai Meroket Awal 2026, Disnakertrans Sula Catat Ratusan Warga Urus AK-1, Mayoritas Incar Lowongan di Perusahaan 16 Pasangan di Kepulauan Sula Ikut Nikah Massal Sejumlah Sekolah di Kepulauan Sula Butuh Perbaikan, Ini Temuan Disdik

Kepsul

Idrus Umarama Dorong GHS Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Sula

badge-check


Foto: Idrus Umarama, S.H., M.H (doc: istimewa) Perbesar

Foto: Idrus Umarama, S.H., M.H (doc: istimewa)

BACARITAMALUT.COM Tradisi Gabalil Hai Sua (GHS) 2026 mendapat perhatian dari putra daerah Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang kini menetap di Semarang, Jawa Tengah, Idrus Umarama.

Advokat dan praktisi hukum itu mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula agar memberi perhatian serius terhadap keberlangsungan tradisi budaya tersebut.

Hal itu disampaikan Idrus setelah mengetahui sebanyak 310 peserta mengikuti ritual jalan kaki menapaki jalur bersejarah dari Benteng De Verwachting, Sanana.

Menurut Idrus, Gabalil Hai Sua bukan sekadar agenda tahunan, melainkan cerminan nilai-nilai budaya masyarakat Sula yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Dari jauh, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh peserta. Kalian bukan sekadar berjalan, tetapi sedang merawat jiwa Kesulaan, sesuatu yang tak ternilai,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menilai tradisi tersebut memiliki nilai penting karena memadukan pelestarian budaya, penguatan kebersamaan, serta manfaat kesehatan jasmani dan rohani.

Karena itu, Idrus berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret melalui dukungan anggaran, perlindungan hukum, dan penetapan resmi sebagai agenda budaya tahunan.

“Ini investasi sosial, budaya, dan kesehatan. Pemerintah harus hadir nyata bukan hanya merestui, tetapi juga melindungi dan mengembangkan,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar Gabalil Hai Sua diperjuangkan menjadi warisan budaya yang diakui secara nasional agar keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

“Semoga suatu saat dunia mengenal Sula bukan hanya dari petanya, tetapi dari langkahnya, dari tradisi agung bernama Gabalil Hai Sua,” tutupnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga :

Wisuda Angkatan IV, MA Al-Islah Waigoiyofa Lepas 23 Siswa Kelas XII

5 Mei 2026 - 21:33 WIT

Wisuda Angkatan IV, MA Al-Islah Waigoiyofa Lepas 23 Siswa Kelas XII

Dua Komoditas Pangan di Pasar Basanohi Sanana Mulai Meroket

4 Mei 2026 - 15:11 WIT

Awal 2026, Disnakertrans Sula Catat Ratusan Warga Urus AK-1, Mayoritas Incar Lowongan di Perusahaan

4 Mei 2026 - 12:45 WIT

Awal 2026, Disnakertrans Sula Catat Ratusan Warga Urus AK-1, Mayoritas Incar Lowongan di Perusahaan

16 Pasangan di Kepulauan Sula Ikut Nikah Massal

4 Mei 2026 - 06:18 WIT

16 Pasangan di Kepulauan Sula Ikut Nikah Massal

Sejumlah Sekolah di Kepulauan Sula Butuh Perbaikan, Ini Temuan Disdik

2 Mei 2026 - 13:53 WIT

Sejumlah Sekolah di Kepulauan Sula Butuh Perbaikan, Ini Temuan Disdik

Prestasi Membanggakan, SD Negeri Waisakai Sabet Juara I Gerak Jalan Indah

2 Mei 2026 - 12:31 WIT

Prestasi Membanggakan, SD Negeri Waisakai Sabet Juara I Gerak Jalan Indah

Hardiknas 2026, Bupati Sula Ajak Generasi Muda Manfaatkan Teknologi Secara Bijak

2 Mei 2026 - 11:54 WIT

Hardiknas 2026, Bupati Sula Ajak Generasi Muda Manfaatkan Teknologi Secara Bijak

Gelar Perkara, Kasus Penikaman di Kepulauan Sula Naik Penyidikan

30 April 2026 - 14:01 WIT

Gelar Perkara, Kasus Penikaman di Kepulauan Sula Naik Penyidikan
Trending di Hukrim