BACARITAMALUT.COM — Madrasah Aliyah (MA) Al-Islah Desa Waigoiyofa, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menggelar wisuda yang dirangkaikan dengan pelepasan dan perpisahan siswa kelas XII di halaman sekolah setempat, Selasa (5/5/2026).
Acara perdana itu dihadiri perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Sula, Kepala Subbagian Tata Usaha Bobby Fachrudin, Kepala Desa Waigoiyofa Gairil Basahona, Penjabat Kepala Desa Manaf Isra Teapon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala SD Negeri Waigoiyofa, para undangan, serta orang tua wali murid.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian plakat kepada siswa-siswi berprestasi, penyerahan plakat kepada para alumni sejak angkatan pertama yang diwakili masing-masing orang tua, serta penghargaan berupa sertifikat kepada Ketua Komite, para guru, dan staf MA Al-Islah Waigoiyofa atas dedikasi mereka terhadap kemajuan sekolah.
Kepala MA Al-Islah Waigoiyofa, H. Isra Sibela, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan siswa angkatan keempat sekaligus melepas mereka untuk melanjutkan perjuangan meraih masa depan.
“Ini menjadi hari terakhir bagi mereka bersama kami, sekaligus pengumuman kelulusan. Kami mendoakan semoga Allah SWT selalu melindungi dan membuka jalan mereka untuk meraih cita-cita,” ujar Isra.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kepulauan Sula yang selama ini memberikan dukungan nyata terhadap perkembangan sekolah tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama Kepulauan Sula. Dukungan yang diberikan bukan hanya sebatas ucapan, tetapi benar-benar diwujudkan untuk kemajuan MA Al-Islah Waigoiyofa,” katanya.
Ia menjelaskan, MA Al-Islah mulai dirintis pada 28 November 2020 atas inisiatif tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Waigoiyofa. Setelah melalui berbagai tahapan, sekolah resmi dibuka pada 28 November 2020, dilanjutkan perekrutan tenaga pengajar pada 13 Desember 2020 di rumah Abdurahman Fokatea.
“Saat itu kami merekrut tenaga pendidik sesuai bidang pendidikan masing-masing hingga sekolah ini bisa berjalan,” jelasnya.
Enam bulan kemudian, izin operasional MA Al-Islah terbit pada 28 Mei 2021 dan diresmikan pada 15 Juni 2021. Isra menyebut jumlah siswa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Angkatan pertama berjumlah 26 orang, angkatan kedua 28 orang, angkatan ketiga 21 orang, dan angkatan keempat tahun ini 23 orang. Total alumni hingga saat ini mencapai 98 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Kepulauan Sula, Bobby Fachrudin, berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan menghargai jasa para guru.
“Almamater dan identitas madrasah akan selalu melekat pada diri kalian. Jadikan itu sebagai cermin untuk menunjukkan karakter yang baik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam proses belajar, termasuk bijak menggunakan telepon genggam di lingkungan sekolah.
“Handphone memang bisa menjadi sarana mencari informasi, tetapi jika tidak digunakan dengan baik justru mengganggu proses belajar. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya. (RED)




























