Oleh: Riswan Wadi, Aktivis Sosial
Dalam sistem demokrasi, masyarakat memiliki peran yang sangat penting sebagai pengawas dan penilai kinerja pemerintah. Salah satu peran penting ini adalah menjadi mitra kritis terhadap kinerja para pemimpin, termasuk bupati. Namun, yang sering terjadi dalam masyarakat kita adalah pemujaan berlebihan terhadap bupati tanpa memperhatikan kinerja yang sesungguhnya. Hal ini sangat merugikan perkembangan demokrasi yang sehat.
Masyarakat harus menghindari kultus kepribadian. Pemujian yang berlebihan terhadap seseorang dapat menciptakan sosok pemimpin yang dianggap tak bisa salah. Ini sangat berbahaya, karena dapat membuat pemimpin kehilangan akuntabilitas dan transparansi dalam menjalankan pemerintahan.
Baca Juga : Pendidikan di Daerah Tertinggal: Menembus Batas Ketimpangan
Sebaliknya, dengan menjadi mitra kritis, masyarakat dapat mendorong akuntabilitas dalam pemerintahan. Masyarakat berhak menilai kinerja bupati berdasarkan prestasi nyata, bukan hanya pada retorika atau janji-janji kosong. Hal ini penting agar pemimpin dapat menjalankan pemerintahan dengan lebih efektif dan efisien.
Kritik yang konstruktif dari masyarakat juga dapat meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan menjadi mitra kritis, masyarakat dapat memastikan bahwa suara mereka didengar dan kepentingan mereka terwakili dalam kebijakan pemerintah.
Dengan menjadi mitra kritis dan tidak memuji bupati secara berlebihan, masyarakat berkontribusi dalam membangun pemerintahan yang lebih baik. Masyarakat dapat mendorong bupati untuk meningkatkan kinerja dan memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat.
Kesimpulannya, menjadi mitra kritis dan menghindari pujian berlebihan terhadap bupati adalah langkah penting dalam memperkuat demokrasi dan menciptakan pemerintahan yang lebih akuntabel. Dengan peran kritis ini, masyarakat dapat mendorong akuntabilitas, meningkatkan partisipasi, dan mendukung pemerintahan yang lebih baik.
*Penulis adalah Aktivis Sosial.